Jumat, 18 November 2011

Tenun "Digital Print" untuk Busana Muslim

KOMPAS.com - Jeny Tjahyawati terpilih sebagai salah satu perancang busana muslim yang akan mendesain busana muslim untuk International Fair of Muslim World yang akan digelar di Paris, Perancis, 17-19 Desember 2011. Jeny akan mengambil tema Craftlore dengan menggunakan aneka kain tradisional Indonesia, terutama tenun. Ia memilih tenun khas Nusa Tenggara Timur sebagai inspirasinya.
"Tapi, nantinya saya hanya akan meniru model tenunnya, dan selanjutnya akan memproduksinya dengan digital printing," tukas Jeny, saat konferensi pers "Panggung Pertama Fashion Muslim Indonesia di Pusat Mode Paris", di Gedung Kementrian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2011) lalu.
Kain tenun "tiruan" ini sengaja digunakan untuk mendapatkan busana yang lebih ringan, karena sebagian besar masyarakat di luar negeri lebih menyukai busana dari kain yang ringan saat digunakan. Untuk menghasilkan kain yang ringan, Jeny menggunakan kain yang terbuat dari benang akrilik. Penggunaan bahan ini juga merupakan antisipasi terhadap permintaan masyarakat luar negeri yang tak menyukai penggunaan bahan sifon pada busananya. Pada kain tenun yang digunakan nanti, Jeny memilih menggunakan motif geometris seperti motif berlian yang besar dengan berbagai ukuran.
Perancang yang akan ikut berpartisipasi dalam Jakarta Fashion Week 2012 ini juga mengombinasikan kain tenun dengan berbagai jenis bahan lainnya. Teknik jahitannya pun dibuat dengan berbagai kreasi dan teknik, salah satunya adalah draperi.
"Tidak semuanya dibuat model gamis, tapi ada juga yang dipadu-padankan dengan rompi, celana, rok panjang, syal, dan lainnya," tambahnya. Jilbabnya juga dibuat agar mudah digunakan, karena bisa dikreasikan dengan berbagai macam model seperti turban, atau yang bisa digunakan untuk syal.
Uniknya, untuk mempercantik kreasi busananya Jeny menggunakan berbagai aksesori seperti kalung yang terbuat dari kumpulan sisa benang jahit yang dirangkai menjadi satu. Ada pula batu-batu alam biasa yang digunakan sebagai aksesori, namun untuk menonjolkan keistimewaannya batu-batu tersebut akan dibungkus dengan kumpulan benang-benang jahit beraneka warna.
Busana yang dihadirkan Jeny ini terbilang fleksibel karena termasuk kategori ready to wear, dan bisa dipadu-padankan dengan berbagai busana yang lain. Hasilnya, busana ini tak hanya bisa dikenakan oleh kaum muslim saja. "Busana ini juga bisa digunakan untuk non muslim, karena semua busana ini tidak harus diset dengan jilbab, dan semua bagiannya terpisah," bebernya.
Pangsa pasar dan segmentasi usia yang disasar Jeny salah satunya adalah untuk perempuan usia 17-45 tahun. Untuk memfasilitasi keinginan target marketnya, Jeny memilih menggunakan warna kain yang cerah seperti biru muda, kuning, atau hijau.

Model Busana Muslim

Model Busana Muslim - Kesempatan kali ini kita akan sedikit menilai tentang Busana Muslim yang saat ini mulai diminati masyarkat, khususnya yang bergender Perempuan. Mungkin bagi sebagian orang mengenakan baju muslim kurang tepat mendukung fashion style nya. Dengan mengenakan pakaian yang hampir semua menutup tubuh dianggap akan mengurangi nilai keindahan dirinya (kecantikan). Malahan akan terlihat lebih cantik dengan mengenakan pakaian yang seolah-olah melekat erat menampilkan liukan tubuhnya.
Sikap mengambil gaya pakaian yang hampir menampilkan bagian sensitif diri adalah hal yang saya anggap lebih kuno. Mengapa? karena dengan mengenakan pakaian jaman sekarang kebarat-baratan seksi hanya akan mengurangi pencitraan terhadap diri dari penilaian orang lain, walaupun penuh percaya diri memakainya. Selain itu, efek negatifnya akan mengocek banyak materi untuk memperolehnya, karena dijual dengan harga mahal, serta membutuhkan aksesoris dan produk kecantikan pendukung agar penampilannya lebih trendi lagi. Hal ini sering terjadi di kalangan perempuan.
Model Busana Muslim Masih Lebih Keren, Baju Muslim
Model Busana Muslim Masih Lebih Keren, Baju Muslim
Nah, sekarang sebagai seorang muslim sudah saatnya kita mengambil keputusan bersama untuk merubah gaya pakaian, ke busana muslim yang konsepnya lebih menutup tubuh dan membuat kita aman dari penilaian negatif dari orang lain. Bahkan akan memiliki banyak keuntungan membuat kita nampak lebih cantik, lihat saja disini contohnya.
Lanjut, silahkan menilai gaya berpakaian di bawah ini.
Model Busana Muslim Masih Lebih Keren, Baju Muslim
Gambar dari postingan ini di ambil dari pencarian image google, jd jika ada yang keberatan silahkan ajukan di bagian komentar

Eksplorasi Warna Busana Muslim

TREN warna cerah yang mendominasi musim semi tidak hanya berlaku pada busana kontemporer. Para perancang busana muslim pun semakin berani mengeksplorasinya.
Lihat saja koleksi terbaru yang dihadirkan jajaran desainer busana muslim Indonesia di kancah mode nasional. Mode,bentuk, dan warna yang dipersembahkan semakin variatif. Karenanya,tidak heran bila Indonesia disebut-sebut sebagai barometer mode busana muslim. Pasalnya, bukan hanya menyajikan koleksi yang sesuai dengan kaidah islami, juga mengadaptasi garis rancangan modern yang selaras tren masa kini. Hal itu terlihat jelas dari ragam warna yang disajikan para perancang. Sesuai dengan garis tren musim semi yang mengandalkan warna-warna ceria, desainer busana muslim Indonesia pun mempersembahkan koleksi dalam palet terang. Panggung kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta menjadi saksi betapa perancang busana muslim Indonesia tidak lagi terpaku pada kaidah agama semata, juga mulai luwes dalam mengadaptasi kebutuhan konsumen.
Apalagi kini mereka menyajikan rancangannya dalam kemasan yang lebih simpel, praktis, dan tentu saja bergaya kontemporer. Ramli misalnya. Desainer senior yang kini juga menggarap busana muslim ini memberikan alternatif yang berbeda. Di tangannya, busana muslim tidak lagi berupa tunik, gamis, maupun abaya. Dia merevolusi busana tradisional Indonesia menjadi bentukan busana muslim yang wearable sekaligus masih memiliki sentuhan etnis yang kental.
Ramli mengatakan,koleksi busana muslimnya memang masih mengusung tema East Meets West. “Pada dasarnya, saya memadukan ciri khas busana Indonesia dengan atribut Barat,” sebut Ramli. Menurut dia, tren mode tahun ini memiliki orientasi pada ragam desain yang full color. Hal itu juga yang membuat desainer ramah ini juga tidak ketinggalan menyajikan rancangan feminin yang kaya bunga dan penuh warna segar seperti merah, kuning,dan hijau terang.
Selain Ramli,desainer busana kontemporer yang juga memberikan warna baru dalam dunia busana muslim Indonesia adalah Chossy Latu. Untuk koleksi busana muslimnya, Chossy memang memilih koleksi full color. Menurut dia, rancangannya itu dihadirkan bagi muslimah modern berjiwa muda.
“Muslimah saat ini memiliki gaya berbusana yang berbeda. Mereka memiliki banyak kegiatan yang menuntut mereka untuk tampil praktis, dinamis, tapi tetap chic,”sebut Chossy. Karenanya, tidak heran bila koleksi Chossy hadir begitu penuh warna. Kuning berpadu hitam, fuschia disandingkan dengan oranye, hijau berjumpa indigo memang bukan merupakan pemandangan yang biasa ditemukan. Namun, Chossy berhasil menyajikannya dalam kemasan yang simpel, muda,sekaligus dinamis.
Uniknya, koleksi tersebut tidak hanya ditujukan bagi muslimah berjilbab. Mereka yang tidak menggunakan jilbab pun bisa menggunakannya. Garis rancangannya yang elegan tapi jauh dari kesan rumit juga semakin memudahkan rancangannya untuk di kenalkan dalam acara-acara formal.
Dari Bandung, Fenny Musafa memberikan napas baru. Pemilik rumah mode muslim itu rupanya memahami bahwa warna terang memiliki kekuatan untuk menonjolkan bentuk busana. Semburat warna-warna tropis yang kuat, menjadikan koleksi Fenny terlihat atraktif.
Sementara untuk pemilihan warna, Fenny menyuguhkan pilihan yang semarak. Tak hanya warna-warna terang yang mendominasi, juga warna lembut dan elegan, layaknya cokelat, krem, dan hijau toska.”Warna ini saya pilih karena termasuk dalam tren warna 2008,”ungkapnya. Hal ini tentu merupakan perubahan yang cukup jauh, mengingat koleksi Shafira yang banyak menggunakan one tone color .(okezone)

Memilih Busana Muslim

1. Terpenting dalam memilih busana muslim adalah sesuai dengan aturan Islam. Busana Muslim bertujuan untuk menutup aurat dan melindungi tubuh pemakainya dari hal-hal yang bisa mencederai. Oleh karena itu, pilihlah busana yang longgar sehingga menyamarkan siluet tubuh. Begitu banyak model pakaian muslim di butik pakaian/fashion shop.
2. Sebaiknya tidak menggunakan baju ketat yang di double dengan baju lengan pendek, ¾, atau tank top. Jika Anda memilih untuk berbusana muslim maka pilihlah kreasi busana lengan panjang.
3. Pilih model dan bahan baju muslimah yang sesuai dengan aktivitas. Jika banyak beraktivitas pilihlah bahan yang menyerap keringat dan tak mudah kusut, yang terdiri dari atasan dan celana panjang. Tentunya banyak tersedia di butik pakaian/fashion shop. Untuk aktivitas yang lebih banyak diam pengguna busana muslim akan bertambah anggun dengan memakai rok.
4. Dalam memilih busana muslimah, pilihlah penutup kepala/jilbab yang tetap menutup leher. Pelajari berbagai kreasi kerudung yang banyak diinformasikan dalam media massa agar tetap mengikuti mode namun tetap mengikuti aturan agama.
5. Pilih busana yang menyamarkan kekurangan tubuh agar Anda tampil percaya diri. Misalnya dari segi bahan, orang yang berbadan kurus sebaiknya menggunakan pakaian yang terkesan bertumpuk, dan orang berbadab besar gunakanlah bahan yang terkesan ringan. Dari segi warna, bagi yang berbadan besar warna gelap akan tampak lebih mengesankan.
6. Sebaiknya Anda tak perlu bingung memilih busana muslim untuk pesta. Pakaian sederhana yang dimiliki bisa terkesan mewah dengan cara memberikan pelengkap dari bahan yang terkesan mewah. Contoh, gabungkan batik berbahan katun dengan selendang organdi yang serasi ataupun membalut gamis sederhana dengan obi dari sutra atau berbordir.
http://fashionbandung.multiply.com

Busana Muslim yang salah

Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh muslimah indonesia dalam memakai busana muslimah :

1. Tidak menutup aurat secara sempurna
Banyak dari busana muslimah yang ada sekarang tidak menutup aurat secara sempurna, melainkan terdapat celah-celah yang memperlihatkan aurat walau hanya sedikit. Dan menurut jumhur ulama, bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Sebagaimana ulama ahli tafsir Imam Al-Qurthubi berkata : Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah sedangkan ia memakai pakaian muslim tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : “Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Allah Pemberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya”. Maka, selain muka dan telapak tangan, tidak boleh terlihat walaupun sedikit. Aurat yang sering ditampakan dalam berbusana muslimah yang salah antara lain:

Leher
Baik karena jilbab terlalu pendek atau karena jilbab yang diterpa angin.

Lengan
Beberapa muslimah hanya menggunakan baju muslim berlengan panjang tanpa decker. Sehingga ada bagian lengan yang terlihat bila tangan digerakkan. Padahal dari ujung bahu sampai pergelangan tangan termasuk aurat yang tidak boleh terlihat. Bahkan yang lebih parah lagi ada diantara mereka yang memakai baju berlengan pendek!

Rambut
Baik rambut yang terurai didepan, dibelakang atau disekitar daerah telinga tidak boleh terlihat.

Kaki
Sungguh mengherankan, bahwa syariat memerintahkan laki-laki untuk menjauhi isbal (menjulurkan celana melebihi mata kaki) dan wanita diperintahkan menjulurkan pakaiannya sampai melebihi mata kaki, namun yang banyak terjadi justru sebaliknya! Laki-laki banyak ber-isbal, dan wanita malah berpakaian lebih tinggi dari mata kaki, sehingga terlihatlah bagian kakinya, mulai dari sebagian betis hingga punggung kakinya. Padahal kaki (semua bagiannya) termasuk aurat yang tidak boleh terlihat. Untuk hal ini dianjurkan memakai busana yang panjangnya melebihi mata kaki, atau bahkan sampai menyentuh tanah. Atau mengenakan kaus kaki yang tebal.

2. Ketat

Hal ini yang banyak belum diketahui para muslimah, bahwa Islam melarang muslimah berbusana ketat. Lalu apa batasan ketat? Dalam kitab Hijab Mar’atil Muslimah, Syaikh Muhammad Al-Albani menjelaskan bahwa busana muslimah dikatakan ketat jika dapat menggambarkan bentuk anggota tubuhnya. Hal ini berdasarkan hadist Usamah: Usamah bin Zaid pernah berkata : Rasulullah pernah memberiku baju Quthbiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku : “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Quthbiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaiakan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Quthbiyah itu, karena aku khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad Hasan). Jadi, baju ketat bukan hanya baju yang kainnya menempel dengam erat dikulit, namun termasuk juga baju yang agak longgar namun masih dapat menggambarkan siluet dan bentuk tubuh. Seperti pada beberapa baju gamis muslimah yang banyak digunakan sekarang, yang terdapat belahan pada bagian pinggulnya sehingga bila digunakan masih bisa memperlihatkan lengkung pinggang dan pinggul atau siluet si pemakai. Termasuk ketat juga jilbab yang terdapat karet atau ikatan dibagian lehernya yang bila digunakan dapat menggambarkan bentuk kepala, leher dan bahu si pemakai. Suatu kesalahan pula yang banyak dilakukan para jilbaber yang sudah berjilbab besar, yaitu memakai jaket di luar jilbabnya. Hal ini menyebabkan hilangnya fungsi jilbab yang menutupi bentuk tubuh bagian atas. Dengan memakai jaket di bagian luar jilbab, akan memperlihatkan bentuk tubuh, bentuk siluet, bahu, lengan, dan lengkung pinggang si pemakai. Solusinya, pakailah jaket di dalam jilbab (jilbab menutupi jaket).

3. Jilbab terlalu pendek

Sungguh mengherankan beberapa saudara kita muslimah, yang ia sudah menyadari wajibnya menutup aurat, namun di dalam hatinya masih ada keinginan untuk menonjolkan bagian-bagian tubuhnya agar terlihat indah dimata laki-laki. Waliyyadzubillah. Sehingga mereka pun memakai jilbab sekadarnya saja, terlalu pendek. Lebih lagi gencarnya syiar ‘busana muslimah gaul’ yang lengkap dengan jilbab pendek dan ketatnya. Bahkan kadang hanya sepanjang leher dan diikat-ikat dileher sehingga bagian dada (maaf) tidak tertutupi jilbab. Sungguh ini sebuah kesalahan fatal dalam berbusana muslimah. Padahal telah jelas dalil menyebutkan:

“Hendaklah mereka mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka” (QS. Al Ahzab: 59 ). Juga firman Allah Ta’ala yang artinya: “Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke dada mereka…” (QS. An Nur : 31)

Maka disini jelas bahwa panjang jilbab adalah sampai seluruh tubuh dan panjang khimar adalah sampai menutupi dada.Perlu diketahui di sini bahwa ada sedikit salah paham tentang makna jilbab. Jilbab dalam pengertian syariat adalah kain yang dikenakan kaum wanita di atas pakaian yang ia kenakan, atau denga kata lain jilbab adalah pakaian luar yang dipakai oleh seorang muslimah. Definisi ini dikuatkan oleh Imam Ibnu Hajar Al Asqolani, Imam Al Baghawi, Ibnu Hazm, Al Qurthubi, dan Ibnu Katsir. Misalnya seorang muslimah memakai gamis kecil dan rok terusan, kemudian dilapisi gamis panjang sampai kaki plus kerudung syar’i yang panjang di atasnya, maka gamis panjang dan kerudung panjang tersebut adalah jilbab. Sedangkan khimar adalah kerudung kecil yang dikenakan di dalam jilbab.

Busana Muslim Causal

Cara berpakaian seseorang mencerminkan kepribadian pemakainya. Bagi mereka yang berpikiran ceria, pakaian biasanya cerah dan ceria, bahkan tidak jarang dengan banyak motif. Sementara itu, bagi mereka tenang kepribadian, koleksi pakaiannya cenderung terdiri dari satu warna, dengan motif merata tanpa banyak aplikasi.

Demikian pula Trimoda dinilai oleh mata uang, pakaian wanita muslim merek lokal sudah aktif sejak tiga tahun lalu. Pada mulanya, sebuah merek Trimoda uptodate Up2Date, yang merupakan koleksi pakaian Islam bagi perempuan di atas kisaran usia '20. Dengan baris ini, mereka menyajikan pakaian wanita muslim lebih Embellishment dan ceria sesuai dengan usia target. Koleksi ini menunjukkan sisi menyenangkan pemakai dengan warna banyak, baik dari materi, juga dari karakteristik tambahan kain perca Up2Date.

Up2Date sekarang ingin mencapai pasar yang lebih matang, yaitu wanita berusia 25 tahun ke atas, dengan nama Up2Date [+] (baca: aptudeyt plastik). Beberapa waktu yang lalu Up2Date kesempatan untuk menunjukkan koleksi bersama dengan acara yang diselenggarakan oleh Pondok Indah Mall yang berjudul The Beauty of Back-Fitr.

Koleksi Up2Date [+] terdiri dari semua pakaian yang longgar, sederhana, modern, dan Timeless. Up2Date manajer pemasaran, Roni Agus, mengatakan, bahwa koleksi Up2Date [+] memiliki potongan yang cukup sederhana dan akan menarik untuk mencampur dan mencocokkan untuk membuat tampilan baru. Untuk warna, mereka sering menggunakan warna-warna primer yang dapat dengan mudah dipadupadan, seperti putih, dari putih, hitam, abu-abu, dan lembayung muda.

Apa yang membuat mereka berbeda dari kebanyakan koleksi busana muslimah yang lain adalah unik dan memotong bahan yang digunakan. Sebagian besar potongan-potongan pakaian muslim mereka menggunakan teknik asimetris, sehingga menciptakan mode sederhana yang tidak pasar. Bahan yang digunakan sebagian besar sifon, kemeja, dan ada konten Lycra. Roni juga mengatakan bahwa koleksi mereka berusaha untuk menggunakan bahan-bahan yang dingin ketika dipakai.

Karena menargetkan pasar dewasa, mapan, dan menginginkan koleksi eksklusif, yang menawarkan rentang harga antara Rp 400 ribu - Rp 1 juta. Butik Up2Date [+] sekarang baru berada di Pondok Indah Mall lantai 1. Roni mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan membuka toko baru lagi di kota-kota besar di seluruh Indonesia.